Cara Melacak Asal Foto Viral dengan Panduan Langkah demi Langkah

Seseorang memeriksa foto di ponsel sambil membuka pencarian gambar di laptop untuk melacak asal foto viral

Foto viral biasanya sampai ke layar Anda lewat tangkapan ulang yang sudah kehilangan sumber aslinya. Melacak asal foto viral berarti mencari unggahan paling awal, memastikan konteksnya, dan memeriksa apakah foto itu masih utuh atau sudah diedit. Empat langkah di bawah ini bisa Anda kerjakan hanya dengan ponsel dan koneksi internet.

Kenapa Melacak Asal Foto Viral Perlu Dilakukan

Foto lebih mudah dipercaya daripada teks. Orang cenderung menganggap gambar sebagai bukti, padahal satu foto bisa dipakai ulang untuk peristiwa yang berbeda. Foto banjir tahun lalu bisa diedarkan lagi saat musim hujan tahun ini, dan penerimanya tidak punya cara cepat untuk tahu itu foto lama.

Akibatnya, pesan berantai berisi foto sering menyesatkan tanpa disengaja oleh pengirimnya. Mereka hanya meneruskan dari grup lain. Padahal keputusan kecil seperti tidak membagikan ulang bisa menahan penyebaran informasi keliru ke puluhan orang.

Melacak asal foto juga berguna saat Anda butuh mengutip gambar untuk keperluan kerja, tugas sekolah, atau laporan. Dengan mengetahui sumber pertama, Anda bisa meminta izin atau setidaknya menyebutkan pemiliknya.

Langkah 1: Simpan Foto dan Catat Informasi Awalnya

Sebelum menelusuri, kumpulkan dulu bahan mentahnya. Simpan foto ke galeri ponsel, bukan sekadar tangkapan layar, karena tangkapan layar membuang data asli file dan menambahkan antarmuka aplikasi ke dalam gambar.

Setelah tersimpan, catat tiga hal:

  • Dari mana foto itu Anda terima, misalnya grup keluarga, akun tertentu, atau tautan status.
  • Klaim yang menyertai foto, lengkap dengan lokasi dan tanggal yang disebut.
  • Waktu Anda pertama kali melihatnya, karena ini membantu membatasi rentang pencarian nanti.

Teks klaim ini sering jadi petunjuk paling berguna. Kalau klaim menyebut nama tempat atau peristiwa tertentu, Anda bisa langsung mencari berita soal peristiwa itu dan mencocokkan gambar yang dipakai media.

Kalau hanya ada tangkapan layar

Potong dulu bagian tepi yang memuat status bar, tombol aplikasi, atau nama pengirim. Sisakan area fotonya saja. Hasil pemotongan ini yang akan dipakai untuk pencarian gambar balik.

Langkah 2: Pakai Pencarian Gambar Balik

Ini langkah inti dalam melacak asal foto viral. Pencarian gambar balik mencocokkan gambar Anda dengan gambar serupa yang sudah terindeks mesin pencari, lalu menampilkan halaman-halaman yang memuatnya.

  1. Buka mesin pencari gambar, lalu pilih opsi pencarian dengan gambar.
  2. Unggah file foto dari galeri, atau tempel tautan gambar kalau foto masih ada di sebuah laman.
  3. Periksa hasil yang muncul, urutkan dari yang paling lama bila opsi itu tersedia.
  4. Buka beberapa laman teratas dan catat tanggal publikasinya.

Hasil pencarian balik tidak selalu langsung menunjukkan sumber pertama. Mesin pencari menampilkan halaman yang membahas foto itu, termasuk artikel berita, unggahan forum, dan blog yang mengutip. Dari daftar itu, laman dengan tanggal paling lama biasanya petunjuk awal yang layak diperiksa.

Gunakan lebih dari satu mesin pencari gambar. Setiap mesin punya cakupan indeks berbeda, jadi foto yang tidak muncul di satu tempat bisa muncul di tempat lain.

Kalau foto berasal dari video, langkah Anda sedikit berbeda. Simak panduan aplikasi pencari sumber video viral untuk mempersempit pencarian dari potongan video.

Membaca hasil pencarian dengan kritis

Halaman yang memuat foto belum tentu sumber aslinya. Sebuah portal berita bisa memakai foto dari akun media sosial, dan akun itu bisa saja mengambilnya dari tempat lain. Jadi anggap setiap hasil sebagai mata rantai, bukan titik akhir.

Perhatikan juga apakah foto muncul di banyak laman dengan klaim berbeda. Kalau satu foto dipakai untuk peristiwa di dua kota berbeda, hampir pasti salah satu klaim tidak benar. Foto lama yang dipakai ulang sering meninggalkan jejak seperti ini.

Langkah 3: Periksa Data yang Tersimpan di Dalam File

Banyak foto menyimpan informasi teknis di dalam filenya, misalnya merek kamera, pengaturan pemotretan, dan kadang koordinat lokasi. Data ini disebut metadata atau EXIF. Anda bisa melihatnya dengan aplikasi pembaca EXIF di ponsel atau komputer.

Namun jangan bergantung penuh pada langkah ini. Platform media sosial dan aplikasi pesan sering menghapus metadata saat foto diunggah atau dikirim. Kalau metadata masih ada, itu bisa memperkuat dugaan soal lokasi dan waktu. Kalau kosong, bukan berarti foto palsu.

Yang lebih sering berguna adalah memeriksa detail di dalam gambar itu sendiri:

  • Tulisan papan nama, spanduk, atau rambu jalan yang tampak di foto.
  • Model kendaraan, seragam, atau gaya bangunan yang khas suatu daerah.
  • Bayangan dan arah cahaya, yang bisa menunjukkan perkiraan waktu pemotretan.
  • Kondisi cuaca, lalu bandingkan dengan catatan cuaca di lokasi yang disebut pada tanggal klaim.

Mencari petunjuk lewat kata kunci di dalam gambar

Kalau ada teks di dalam foto, ketik teks itu ke mesin pencari. Nama toko, nomor plat, atau nama acara yang terbaca bisa langsung mengarah ke berita atau unggahan asli. Cara ini sering lebih cepat daripada pencarian gambar.

Langkah 4: Telusuri Jejak Unggahan Paling Awal

Setelah punya perkiraan sumber, saatnya memastikan waktu unggah paling awal. Beberapa cara yang bisa dipakai:

  1. Cari kata kunci yang menggambarkan isi foto, lalu tambahkan nama lokasi dan bulan kejadian.
  2. Periksa arsip berita lokal di daerah yang disebut. Media daerah biasanya meliput peristiwa setempat lebih dulu.
  3. Lihat akun media sosial yang mengunggah foto serupa dan cek tanggal unggahannya.
  4. Kalau foto muncul di beberapa platform, bandingkan tanggalnya, jangan hanya melihat jumlah suka atau komentar.

Urutan waktu ini penting karena foto bisa diedarkan ulang bertahun-tahun kemudian. Foto yang tampak baru belum tentu baru. Kalau Anda menemukan versi foto dengan tanggal jauh lebih lama, klaim yang menyertainya hampir pasti tidak cocok.

Perhatikan juga versi foto yang berbeda-beda. Kadang ada yang dipotong, diberi tulisan besar, atau warnanya diubah agar terlihat lebih dramatis. Perbandingan versi ini membantu Anda menilai seberapa jauh foto sudah dimodifikasi dari aslinya.

Menilai Apakah Foto Itu Layak Dibagikan

Setelah semua langkah selesai, Anda biasanya berakhir di salah satu dari tiga kondisi. Pertama, sumber dan konteksnya jelas, foto bisa dibagikan dengan keterangan yang benar. Kedua, sumbernya tidak ditemukan, jadi sebaiknya tahan dulu. Ketiga, klaim yang beredar terbukti tidak cocok dengan foto aslinya, dan Anda bisa memberi tahu pengirimnya.

Kalau masih ragu, tanyakan tiga hal sederhana ini sebelum meneruskan:

  • Siapa yang pertama mengunggah, dan apakah orang itu berada di lokasi kejadian?
  • Apakah ada media kredibel yang melaporkan peristiwa yang sama?
  • Apakah foto ini muncul dengan klaim berbeda di waktu lain?

Untuk kebiasaan sehari-hari, rangkaian pemeriksaan ini bisa disederhanakan. Anda bisa mengikuti langkah dasar di cara cek video viral sebelum membagikannya, lalu tambahkan pencarian gambar balik sebagai kebiasaan tambahan saat menerima foto.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melacak Foto

Pencarian gambar balik sering dianggap bukti akhir. Padahal hasilnya hanya daftar laman yang memuat gambar serupa, bukan penentu kebenaran. Satu foto bisa muncul di puluhan situs tanpa satu pun yang tahu asalnya.

Kesalahan lain adalah menganggap foto tanpa metadata sebagai foto palsu. Sebagian besar foto dari aplikasi pesan memang kehilangan metadata karena diproses ulang saat dikirim.

Ada juga yang berhenti setelah menemukan satu artikel berita. Artikel itu bisa memakai foto dari akun lain tanpa verifikasi. Lacak terus sampai Anda menemukan unggahan pertama atau liputan media yang jelas menyebut sumbernya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pencarian gambar balik bisa menemukan foto yang sudah diedit?

Bisa, tapi hasilnya sering tidak persis sama. Pencarian gambar biasanya tetap menemukan versi asli atau versi lain yang mirip. Cobalah memotong bagian foto yang kemungkinan besar tidak diedit, misalnya latar belakang, lalu cari potongan itu.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melacak satu foto?

Untuk kasus sederhana, beberapa menit sudah cukup. Foto yang sudah beredar lama dan dipakai ulang di banyak negara bisa memakan waktu lebih lama karena Anda perlu membandingkan banyak versi dan tanggal. Kerjakan bertahap, mulai dari pencarian gambar balik.

Kalau sumber asli tidak ditemukan, apa yang sebaiknya dilakukan?

Tahan dulu dan jangan teruskan. Anda bisa membalas pengirim dengan alasan singkat bahwa sumber fotonya belum jelas. Kalau foto itu menyangkut peristiwa penting, cek apakah ada media kredibel yang melaporkannya secara terpisah.

5 Aplikasi Pencari Sumber Video Viral, Mana Paling Akurat?

Seseorang membandingkan hasil pencarian video viral di ponsel sambil mencatat temuan di buku

Video yang ramai di grup percakapan sering datang tanpa keterangan asal. Aplikasi pencari sumber video viral membantu melacak kapan dan di mana klip itu pertama muncul, meski cara kerjanya berbeda-beda. Berikut perbandingan lima pilihan yang paling sering dipakai beserta batas kemampuannya.

Kenapa Melacak Sumber Video Itu Tidak Mudah

Platform besar seperti TikTok, Instagram, dan X menyimpan metadata waktu unggah, tetapi tidak menampilkan riwayat unggahan ulang. Begitu sebuah klip disalin ke aplikasi lain, jejak aslinya hilang. Kompresi ulang juga mengubah ukuran berkas sehingga pencarian berbasis file tidak lagi cocok.

Yang tersisa biasanya pencocokan gambar, teks pada video, atau keterangan unggahan. Karena itu, tidak ada satu alat yang bisa memastikan asal video secara mutlak. Hasil terbaik datang dari menggabungkan dua atau tiga metode sekaligus. Sebelum memakai alat apa pun, pahami dulu cara cek video viral sebelum ikut membagikannya agar langkahmu lebih terarah.

Perbandingan 5 Aplikasi Pencari Sumber Video Viral

1. Google Lens

Google Lens mencari kemiripan visual dari satu frame. Ambil tangkapan layar bagian yang paling khas, misalnya papan nama toko atau wajah bangunan, lalu unggah ke Lens. Hasilnya berupa halaman web yang memuat gambar serupa, sering mengarah ke artikel berita atau unggahan lama.

Kekuatannya ada pada jangkauan indeks yang luas. Kelemahannya, Lens tidak dirancang khusus untuk video, jadi kamu harus memilih frame secara manual. Jika frame yang dipilih buram atau penuh gerakan, hasilnya bisa melenceng.

2. InVID WeVerify

InVID adalah ekstensi peramban yang dibuat untuk verifikasi konten. Fitur keyframes memecah video menjadi beberapa gambar, lalu kamu bisa mencari tiap gambar di mesin pencari berbeda. Ada juga alat pembaca metadata dan pembesar detail kecil pada frame.

Alat ini cocok untuk pekerjaan yang butuh ketelitian, misalnya memeriksa video bencana atau kerusuhan. Kurva belajarnya lebih curam dibanding aplikasi ponsel, dan sebagian fitur hanya berjalan di peramban desktop.

3. Yandex Images

Pencarian gambar Yandex sering menemukan halaman yang tidak muncul di mesin pencari lain, terutama untuk konten dari Eropa Timur dan Asia. Caranya sama: unggah satu frame, lalu telusuri hasil yang punya kemiripan tinggi.

Keunggulannya adalah kemampuan mengenali wajah dan latar yang sudah diubah ukurannya. Namun hasil bisa memuat konten tidak relevan, jadi saring sendiri daftar tautannya.

4. TinEye

TinEye memprioritaskan pencocokan gambar secara persis. Ia menampilkan daftar kemunculan paling awal yang tercatat, lengkap dengan tanggal. Informasi tanggal ini berguna untuk menebak apakah video lama didaur ulang dengan narasi baru.

Keterbatasannya, TinEye tidak membaca isi video dan tidak mengenali objek baru. Kalau gambar sudah banyak diedit, hasilnya bisa kosong.

5. Reverse Image Search Bawaan Ponsel

Beberapa ponsel menyediakan tombol pencarian gambar langsung dari galeri atau dari aplikasi peramban. Caranya cepat dan tidak perlu memasang apa pun. Cocok untuk pengecekan sekilas sebelum memutuskan meneruskan video ke orang lain.

Akurasinya bergantung pada layanan pencarian yang dipakai di baliknya. Untuk kasus yang rumit, kamu tetap perlu berpindah ke alat desktop.

Tabel Perbandingan Singkat

Alat Cocok untuk Keterbatasan
Google Lens Pencarian cepat dari satu frame Tidak khusus video, perlu pilih frame manual
InVID WeVerify Verifikasi mendalam dan pembacaan metadata Lebih rumit, utamanya untuk desktop
Yandex Images Konten dari wilayah tertentu Hasil bisa bercampur konten tidak relevan
TinEye Melacak kemunculan paling awal Tidak mengenali objek baru
Pencarian bawaan ponsel Cek kilat dari galeri Fitur terbatas, bergantung layanan di baliknya

Langkah Praktis Sebelum Memilih Alat

Mulai dari pertanyaan yang ingin dijawab. Kalau tujuanmu memastikan apakah video lama dipakai ulang, prioritaskan alat yang menampilkan tanggal. Kalau tujuanmu menemukan lokasi kejadian, alat berbasis kemiripan visual lebih berguna.

Simpan bukti berupa tangkapan layar hasil pencarian, termasuk alamat halaman dan tanggal akses. Bukti ini membantu saat kamu perlu menjelaskan ke orang lain mengapa sebuah video tidak layak dibagikan. Untuk video yang sudah jelas dimanipulasi, beberapa platform menyediakan fitur pelaporan khusus.

Perhatikan juga teks pada video. Tulisan di papan nama, plat nomor, atau spanduk sering menjadi petunjuk paling kuat. Terjemahkan teks itu untuk mengetahui bahasa dan wilayah asal. Cara ini kerap lebih cepat daripada menebak dari gambar saja.

Kapan Sebaiknya Tidak Membagikan Video

Jika kamu belum menemukan sumber pertama setelah mencoba dua alat, tahan dulu niat meneruskan video. Berbagi konten tanpa asal yang jelas memperbesar peluang menyebarkan informasi keliru, terutama pada peristiwa yang baru terjadi.

Untuk video terkait kesehatan, keuangan, atau hukum, hindari menyimpulkan sendiri. Rujuk ke sumber resmi atau konsultasikan dengan profesional di bidangnya sebelum menyebarkan klaim apa pun.

Ringkasan

Tidak ada aplikasi pencari sumber video viral yang bekerja sempurna sendiri. Google Lens dan pencarian bawaan ponsel cocok untuk pengecekan cepat, sementara InVID, Yandex Images, dan TinEye menawarkan kedalaman berbeda untuk kasus yang lebih rumit. Gabungkan dua di antaranya, catat bukti yang ditemukan, dan tahan penyebaran jika asal video masih gelap.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hasil pencarian gambar bisa dijadikan bukti pasti asal video?

Tidak. Kemiripan visual menunjukkan adanya kemungkinan hubungan, tetapi tidak membuktikan video itu pertama diunggah dari akun tertentu. Kamu tetap perlu memeriksa tanggal, konteks, dan sumber yang mempublikasikannya.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melacak satu video?

Kasus sederhana bisa selesai dalam beberapa menit, terutama jika ada teks atau lokasi yang mudah dikenali. Kasus yang melibatkan video lama atau hasil editan berat bisa memakan waktu lebih lama karena perlu beberapa alat sekaligus.

Apakah alat pelacak video bisa dipakai di ponsel?

Sebagian bisa, terutama pencarian gambar bawaan dan Google Lens. Alat verifikasi yang lebih lengkap umumnya lebih nyaman dijalankan di komputer karena membutuhkan pengaturan layar yang lebih luas.

Cara Cek Video Viral Sebelum Ikut Membagikannya

Tangan seseorang bersiap membagikan video viral dari ponsel di ruangan minim cahaya

Video viral biasanya sampai ke layar kita setelah lewat puluhan kali diteruskan, dan di setiap perpindahan potongan konteksnya makin hilang. Sebelum ikut membagikan, luangkan dua sampai lima menit untuk memeriksa asal-usul dan isi videonya. Panduan berikut menyusun langkahnya secara berurutan, dari yang paling cepat sampai yang paling teliti.

Mulai dari menelusuri sumber asli video viral

Titik pertama yang perlu dicek adalah siapa yang pertama mengunggahnya. Akun yang meneruskan belum tentu pemilik asli video, dan unggahan pertama sering kali sudah hilang dari linimasa karena tenggelam.

Ada beberapa cara sederhana untuk melacak asal video:

  • Cari frasa atau kalimat yang diucapkan dalam video. Ketik frasa itu di mesin pencari, lalu bandingkan hasil yang muncul.
  • Perhatikan tangkapan layar atau potongan video yang beredar di platform berbeda. Bandingkan detail kecil seperti papan nama toko, pelat kendaraan, atau tulisan spanduk.
  • Simpan gambar dari video, lalu gunakan fitur pencarian gambar untuk menemukan versi yang lebih panjang atau lebih utuh.
  • Periksa deskripsi unggahan. Akun yang menuliskan lokasi, tanggal, dan nama peristiwa biasanya lebih bisa ditelusuri daripada akun yang hanya menuliskan emoji.

Kalau video yang beredar hanya berdurasi belasan detik sementara peristiwanya terdengar besar, kemungkinan besar ada bagian yang dipotong. Potongan pendek mudah memindahkan ucapan dari konteks aslinya.

Baca konteks lengkap sebelum menilai isi

Konteks menentukan arti sebuah video. Kalimat yang terdengar provokatif bisa jadi merupakan jawaban atas pertanyaan yang tidak ikut ditampilkan.

Periksa tanggal peristiwa

Banyak video lama muncul kembali dan diklaim sebagai kejadian baru. Cek tanggal unggahan asli di platform tempat video pertama kali muncul. Kalau tanggalnya jauh berbeda dari klaim yang beredar, besar kemungkinan video itu didaur ulang untuk peristiwa lain.

Periksa lokasi kejadian

Cocokkan latar belakang video dengan lokasi yang disebutkan. Bangunan, rambu jalan, bahasa tulisan di spanduk, dan jenis kendaraan bisa jadi petunjuk. Video yang diklaim terjadi di suatu kota tapi memperlihatkan rambu berbahasa asing patut dicurigai.

Periksa siapa yang tampil

Kalau video menampilkan seseorang yang disebut sebagai pejabat atau tokoh tertentu, cari rekaman resmi atau pernyataan yang bisa diverifikasi. Kesesuaian suara, wajah, dan konteks acara membantu memastikan apakah klaim itu masuk akal.

Kenali tanda video yang sudah dimanipulasi

Beberapa tanda teknis bisa menunjukkan video telah diubah sebelum beredar:

  • Gerakan mulut tidak sinkron dengan suara, terutama pada bagian tertentu.
  • Suara latar terputus tiba-tiba atau volume berubah drastis di tengah rekaman.
  • Tepi gambar bergelombang atau objek di latar bergerak tidak wajar.
  • Teks takarir yang ditambahkan berbeda dari ucapan asli di dalam video.
  • Rekaman terasa terlalu mulus untuk situasi yang seharusnya kacau, seperti kerusuhan atau bencana.

Kalau salah satu tanda muncul, jangan buru-buru menyimpulkan. Cari versi lain dari peristiwa yang sama dari sumber berbeda, lalu bandingkan.

Gunakan alat verifikasi sederhana

Tanpa perangkat khusus, kamu bisa melakukan beberapa pengecekan dasar. Pencarian gambar membantu menemukan unggahan paling awal. Pencarian kata kunci dengan tanda kutip membantu mempersempit hasil. Mencatat waktu unggahan membantu memastikan urutan peristiwa.

Untuk video yang diklaim dari luar negeri, cek situs berita lokal di negara tersebut. Kalau peristiwanya benar terjadi, media setempat hampir selalu melaporkannya dengan detail berbeda, termasuk nama tempat dan waktu.

Beberapa organisasi pemeriksa fakta di Indonesia juga rutin membahas video viral yang beredar. Hasil pemeriksaan mereka bisa jadi rujukan awal sebelum kamu memutuskan meneruskan atau tidak.

Pahami risiko ikut menyebarkan video viral

Membagikan video yang belum terverifikasi bukan tindakan netral. Kamu ikut memperluas jangkauan informasi yang bisa merugikan orang lain, terutama jika video itu memuat tuduhan terhadap individu.

Dalam kasus tertentu, menyebarkan konten yang terbukti hoaks atau melanggar hukum dapat berhadapan dengan aturan pidana dan perdata, misalnya terkait pencemaran nama baik atau penyebaran informasi bohong. Aturannya bisa berbeda tergantung isi dan dampak unggahan. Karena itu, untuk kasus yang berpotensi berbenturan dengan hukum, konsultasikan dengan ahli hukum yang kompeten.

Selain sisi hukum, ada dampak sosial yang sering terlewat. Video viral yang salah bisa memicu kemarahan massal, membuat orang tak bersalah dikucilkan, atau memperkeruh situasi yang sebenarnya sudah selesai.

Langkah singkat sebelum menekan tombol bagikan

Kalau ingin ringkas, urutan pemeriksaannya bisa dibuat seperti ini:

  1. Catat klaim utama yang ada di video, misalnya lokasi, waktu, dan siapa yang terlibat.
  2. Cari sumber pertama yang mengunggah video tersebut.
  3. Bandingkan dengan pemberitaan dari media yang bisa diverifikasi.
  4. Periksa apakah ada versi lebih panjang dari video yang sama.
  5. Kalau masih ragu, tahan dulu dan jangan bagikan.

Menahan diri beberapa menit jauh lebih ringan daripada harus mengoreksi unggahan yang sudah tersebar luas. Kalau ternyata video itu benar, tidak ada ruginya menunggu konfirmasi.

Ada juga kebiasaan yang membantu jangka panjang, yaitu menyimpan catatan kecil berisi tautan sumber tepercaya. Setiap kali menemukan akun atau situs yang konsisten memverifikasi peristiwa, simpan alamatnya. Saat video viral berikutnya muncul, kamu punya tempat pertama untuk mengecek.

Yang paling sering terjadi bukanlah hoaks besar yang rumit, melainkan video asli yang dipindahkan ke konteks yang salah. Karena itu, fokus pemeriksaan bisa diarahkan ke dua hal: apakah peristiwanya benar terjadi, dan apakah keterangan yang menyertainya sesuai.

Ringkasan

Memeriksa video viral dilakukan dengan melacak sumber pertama, membaca konteks penuh, memeriksa tanggal dan lokasi, mengenali tanda manipulasi, lalu mempertimbangkan dampak sebelum membagikan. Langkah ini bisa dilakukan tanpa alat khusus dan hanya butuh beberapa menit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua video viral perlu diverifikasi?

Tidak semua, tetapi video yang memuat tuduhan terhadap orang atau lembaga, klaim bencana, dan klaim kejahatan sebaiknya selalu dicek. Video yang jelas bersifat hiburan biasanya tidak memerlukan pemeriksaan seketat itu.

Bagaimana kalau tidak menemukan sumber asli video?

Kalau sumber pertama tidak ditemukan setelah beberapa kali pencarian, tahan dulu unggahannya. Ketidakmampuan menemukan asal video adalah tanda bahwa informasi itu belum layak dipercaya.

Apa yang harus dilakukan kalau sudah telanjur membagikan video hoaks?

Hapus unggahan tersebut dan beri keterangan koreksi di tempat yang sama. Kalau video itu memuat tuduhan terhadap seseorang, pertimbangkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Untuk kasus yang berpotensi masuk ranah hukum, mintalah nasihat dari ahli hukum.